Hime no Sarange: All about Korean Drama: Jumong Episode 28

Thursday, March 11, 2010

Jumong Episode 28

Sinopsis Jumong Episode 28

Jumong memberitahukan rencananya berperang pada ibunya.
"Jadi kau ingin berperang dengan Jinbun dan Imdun?" tanya Yoo Hwa. "Keputusan ini tidak akan mudah bagi Yang Mulia. Pasti akan banyak suara yang menentang."
"Aku tahu ini tidak akan mudah." kata Jumong sependapat. "Tapi bagaimanapun juga, Yang Mulia menyimpan rasa bersalahnya karena tidak menolong para pengungsi bertahun-tahun. Karena itulah ia mengesampingkan suara pejabat yang menentang dan menerima para pengungsi yang melarikan diri dari Hyeon To. Tapi jika Yang Mulia tidak menyetujui rencana berperang ini, maka aku akan mengubah pandanganku padanya."
"Jumong..."
"Ibu, aku tahu Yang Mulia telah manjaga ibu dan aku, tapi jika ia menentang cita-cita yang ingin ayah wujudkan, maka aku tidak akan mengabdi lagi padanya." kata Jumong yakin. "Jika itu terjadi, aku akan membawa ibu dan pergi dari BuYeo."

Oyi memata-matai Dae So yang berbincang serius dengan Perdana Menteri.
Hyeopbo memata-matai Young Po yang masuk ke dalam kediaman Do Chi.
Setelah itu Jumong memanggil mereka dan ingin mereka melaporkan apa yang mereka lihat. Jumong juga mengatakan bahwa ia akan menerima uluran tangan yang ditawarkan Young Po. Selama ia bisa mewujudkan misinya, maka ia bersedia menerima uluran tangan musuh.
Keesokkan harinya, Mo Pal Mo dan Jumong menunjukkan pedang yang telah berhasil mereka ciptakan. Walaupun saat ini kemampuan pedang tersebut masih setara dengan Han, Mo Pal Mo berjanji ia akan mengembangkan metode tersebut agar bisa mengalahkan persenjataan Han.
Jumong juga belum berencana untuk memberitahukan hal ini pada Geum Wa. Jika mereka sudah berhasil membuat pedang yang sanggup mengalahkan pedang Han, barulah ia akan melaporkan pada Geum Wa.

Jumong berbincang dengan So Seo No berdua.
"Kau sangat berubah." kata So Seo No, tersenyum. "Sinar matamu dan kepercayaan dirimu pada apa yang ingin kau lakukan kelihatan bagus."
Jumong tersenyum
"Apa kau ingin mendengar hal yang menarik?" tanya So Seo No. "Kau ingin tahu kenapa Pangeran Dae So pergi ke Hyeon To, kan?"
"Apa kau tahu?" tanya Jumong penasaran.
"Ya. Pandai besi yang dibawa dari Han, mungkin bukan benar-benar para pengungsi. Mereka dikirim oleh Yang Jung. Pangeran Dae So dan Yang Jung membuat kesepakatan bahwa Pangeran Dae So akan menikahi putri Yang Jung. Mungkin para pandai besi itu bukan benar-benar pandai besi." kata So Seo No memperingatkan.

So Seo No mengatakan pada ayahnya, jika Pangeran Jumong pergi berperang, ia ingin membantunya sebagai supplier. Mulanya Yeon Ta Bal menolak karena hal tersebut sangat riskan, namun So Seo No bersikeras. Ia ingin bertaruh pada perang itu. Jika mereka menang, maka hal tersebut bisa sangat menguntungkan untuk GyehRu. Yeon Ta Bal belum memberikan jawaban.

Jumong pergi ke bengkel pandai besi untuk melihat para pandai besi dari Han. Setelah itu, ia memerintahkan Oyi, Ma Ri dan Hyeopbo untuk mengawasi mereka.
Di tempat lain, Geum Wa berpikir dan bimbang. Yoo Hwa mencoba untuk meyakinkannya.
"Jika kita memenangkan perang ini, maka bukan hanya para pengungsi GoJoSeon yang akan selamat namun orang-orang yang berani menentang kekuasaanmu, tidak akan berani menentangmu lagi." kata Yoo Hwa.

Jumong sangat pandai. Mulanya, Young Po-lah yang ingin memanfaatkannya, namun kini dialah yang berbalik ingin memanfaatkan Young Po.
Jumong mengundang Young Po minum bersama di ruangannya. Setelah percakapan basa-basi beberapa saat, Jumong bertanya, "Apa kau tahu kenapa Yang Mulia ingin mengembangkan persenjataan baja?"
"Untuk menghadapi ancaman dari Han.' jawab Young Po.
"Benar sekali." kata Jumong. "Jadi, jika kau ingin diakui oleh BuYeo, bukankah ada hal lebih hebat yang bisa dicapai selain membuat senjata baja?"
"Apa kau mengatakan padaku untuk berperang?" bisik Young Po.
"Benar." jawab Jumong yakin. "Kau tidak akan bisa mengalahkan Dae So, kecuali jika kau memenangkan perang."
Young Po ragu, sekaligus cemas.
Jumong melatih pengawal istana lagi. Kini ia mengajarkan pada mereka trik untuk mengalahkan Iron Army Han.
"Jika BuYeo harus berperang dengan Han, kita, sebagai pengawal istana, harus berada di barisan depan." kata Jumong.
Para pengawal berpandang-pandangan ragu.
Jumong melanjutkan, "Pasukan Han yang kita hadapi adalah Iron Army. Kita harus menyiapkan diri untuk berperang dengan mereka."
Jumong memberi isyarat pada Ma Ri agar ia memerintahkan pasukan Iron Army buatan datang.
Beberapa orang prajurit berkuda yang mengenakan pakaian perang seperti milik Iron Army dtang. Para pengawal sedikit terkejut.
"Agar kita bisa berlatih mengalahkan Iron Army, maka aku memberi mereka baju perang yang sama dengan Iron Army." kata Jumong menjelaskan. "Tentu saja senjata mereka tidak sekuat Iron Army, tapi berlatih dengan mereka akan membantumu mengalahkan Iron Army."
Jumong memerintahkan Iron Army buatan maju ke hadapan mereka.
"Panah BuYeo tidak bisa menembus baju perang Iron Army dan senjata mereka lebih kuat daripada senjata BuYeo." Jumong melanjutkan. "Hanya ada dua cara untuk mengalahkan mereka. Yang pertama, targetkan dan serang pada bagian leher, antara helm dan baju perang. Kedua, serang kuda mereka dan targetkan pada leher mereka."
Jumong dan Oyi mencontohkan kedua trik tersebut pada para pengawal.

Di tempat lain, Yang Jung mendapat pesan dari Kaisar Han bahwa ia menginginkan Hyeon To membida hubungan damai dengan BuYeo dan beberapa negara tetangga. Kaisar Han memutuskan hal tersebut agar negara-negara tetangga tersebut tidak berperang dengan Han, paling tidak sampai perang antara Han dan Yi berakhir.
Yang Jung mengirimkan putrinya, Yang Seol Ran sebagai utusan ke BuYeo.
Dikirimnya Seol Ran sebagai utusan ke BuYeo membuat Dae So sedikit khawatir. Ia langsung menemui Seol Ran, namun Seol Ran bersikap seolah-olah tidak terjadi apapun atara dia dan Dae So.

Seol Ran menyampaikan pesan Yang Jung. Pertama-tama, Seol Ran menawarkan perdagangan beberapa barang dari Hyeon To ke BuYeo. Setelah itu, Seol Ran mengatakan bahwa ayahnya ingin mengadakan hubungan damai dengan BuYeo.
Geum Wa tertawa sinis, kemudian menyuruh Dae So menemani para utusan dari Hyeon To.
Dalam perjalanan ke perjamuan makan, Dae So dan Seol Ran berpapasan dengan Yeon Ta Bal dan rombongan termasuk So Seo No.
Dae So mengatakan pada Yeon Ta Bal bahwa Seol Ran adalah utusan dari Hyeon To, kemudian berjalan melewati mereka.
Setelah mengantarkan Seol Ran, Dae So kembali menemui So Seo No dan ingin bicara empat mata dengannya.
"Apakah kau masih tetap memegang pendirianmu?" tanya Dae So.
"Ya." jawab So Seo No tanpa ragu.
"Apakah kau yakin tidak akan menyesalinya?" tanya Dae So lagi. "Jika kau mengubah pikiranmu dan memilihku, aku akan memberitahu rahasia teknik pembuatan senjata baja pada GyehRu. Aku bahkan akan membuat GyehRu bergabung dengan militer BuYeo dan membantu GyehRu menyatukan kelima klan Jolbon menjadi sebuah negara."
So Seo No menatap Dae So, terkejut.
"Bagaimana?" tanya Dae So. "Bukankah semua itu cukup untuk membuatmu memilihku?"
So Seo No diam sejenak, kemudian tersenyum. "Pangeran, aku mendengar berita yang sangat menarik dari Hyeon To. Mereka mengatakan bahwa Pangeran akan menikahi putri Yang Jung, Yang Seol Ran, secepatnya."
Dae So terkejut, dan sedikit malu.
"Itu mungkin hanya gosip yang ingin memojokkan aku." kata Dae So berbohong.
"Kurasa tidak." kata So Seo No dingin. "Pangeran dan Yang Seol Ran kelihatannya pasangan yang sangat serasi. Kuharap hubungan kalian akan berjalan dengan baik."
So Seo No tersenyum dan membungkuk untuk memberi hormat, kemudian berjalan meninggalkan Dae So.

Saat hari gelap, Jumong dan yang lainnya mengetahui kalau utusan dari Hyeon To diam-diam bertemu dengan para pandai besi dari Han. Jumong tersenyum. Ia akan menggunakan hal ini untuk menjatuhkan Dae So jika waktunya sudah tiba.
Geum Wa memikirkan rencana perang yang diajukan Jumong semalaman suntuk.
Esok paginya, Geum Wa telah mengambil keputusan.
"Aku akan menyerang Jinbun dan Imdun untuk menyelamatkan para pengungsi." kata Geum Wa tegas.
Para pejabat, tentu saja, menolak mentah-mentah atas keputusan tersebut. Dan, seperti biasanya, Geum Wa tidak terpengaruh pada protes dan penolakan para pejabat. Ia meminta Jumong maju untuk menjelaskan alasan rencana perangnya di depan seluruh pejabat.
"Pertama, Jinbun dan Imdun saat ini sedang lemah." kata Jumong menjelaskan. "Mereka bahkan tidak memiliki gubernur. Warga dari Han yang pindah ke sana, kini semua telah kembali ke kampung halamannya. Jika kita tidak menyerang mereka sekarang, kita akan kehilangan kesempatan yang sangat besar."
"Bagaimana dengan pasukan bantuan dari Han?" tanya Dae So.
"Saat ini, Han sedang berperang dengan Yi." jawab Jumong. "Mereka tidak akan bisa mengirimkan pasukan bantuan. Jikapun mereka mengirimkan pasukan bantuan, BuYeo pasti sudah akan berhasil mengambil alih Jinbun dan Imdun saat mereka tiba."
"Walaupun keadaan Imdun dan Jinbun sedang lemak, tapi Iron Army masih sangat kuat." kata Perdana Menteri. "Bagaimana kau akan melawan mereka?"
Jumong tersenyum. Tentu saja, hal ini kan sudah dipersiapkan. "Kalian tidak akan bisa melawan mereka hanya dengan menggunakan senjata." jawab Jumong. "Pasukan Da Mul yang dipimpin oleh Yang Mulia dan Jenderal Hae Mo Su berhasil menyelamatkan banyak pengungsi dengan senjata yang tidak sehebat Iron Army. Namun semua itu mungkin, karena Pasukan Da Mul bertekad untuk berjuang sampai mati demi merebut kembali wilayah kami dan menyelamatkan para pengungsi. Jika BuYeo juga bertekad seperti mereka, maka kita tidak akan kalah."
"Apa yang dikatakan Komandan Pengawal benar!" seru Young Po mendukung.
Dae So menoleh dengan kaget.
"Yang Mulia, izinkan aku memimpin pasukan untuk melawan Iron Army!" Young Po berseru menawarkan diri.
Akhirnya diputuskan bahwa BuYeo akan berperang dengan Imdun dan Jinbun.

Ketua pandai besi memerintahkan anak buahnya agar memberi informasi pada Yang Jung bahwa BuYeo merencanakan pedang dengan Imdun dan Jinbun.
Ma Ri mengintai mereka diam-diam.
Di saat yang sama, Dae So juga memerintahkan Na Ru agar mengirimkan pesan pada Yang Jung perihal masalah ini. Pengkhianat, dasar!

Yang Jung membaca pesan yang dikirimkan pandai besi Han dan menjadi sangat marah. Setelah itu, surat dari Dae So tiba. Dalam suratnya, Dae So berkata bahwa ia akan berusaha menghentikan perang tersebut.

Akhirnya So Ryeong dan Putri Bintang dibawa pergi dari BuYeo. Yeo Mi Eul mengatakan pada mereka bahwa mulai saat ini, YeoMi Eul, So Ryeong dan Putri Bintang akan mendukung Burung Berkaki Tiga.

Yeon Ta Bal dan So Seo No kembali ke GyehRu. Mereka memberitahu Yeo Mi Eul bahwa Jumong akan berperang dengan Imdun dan Jinbun untuk menyelamatkan para pengungsi GoJoSeon.
Yeon Ta Bal ingin berkonsultasi dengan Yeo Mi Eul, apakah sebaiknya mereka membantu Pangeran Jumong sebagai supplier perang atau tidak.
Yeo Mi Eul berpikir.

Persiapan perang dimulai. Karena BuYeo kekurangan pasukan, maka Geum Wa meminta Jenderal Heuk Chi agar meminta 20.000 pasukan pada SaChulDo.
Jumong juga memamerkan hasil latihan para pengawalnya, yang sengaja disiapkan untuk melawan Iron Army. Geum Wa dan para pejabat terkesan dengan keahlian berperang dan trik mereka.

Permaisuri Wan Ho berusaha mengubah keputusan Geum Wa. Ia menyuruh Peramal ma Oo Ryeong agar membujuk Geum Wa, namun Geum Wa menolak untuk bertemu.
Setelah itu, Ma Ga, paman Wan Ho, datang. Wan Ho meminta padanya membujuk dan menekan Geum Wa agar tidak berperang. Jika tidak maka kekuasaan Yang Mulia akan semakin membesar.

Malam itu, Jumong terkejut karena So Seo No tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan.
"Jika perang dimulai, aku akan memimpin kelompok pedagangku untuk menjadi supplier BuYeo." kata So Seo No.
Jumong terkejut. "Tidak bisa." katanya cepat. "Aku tidak bisa membiarkanmu pergi ke medan perang."
"Aku tidak akan ikut berperang di baris depan." kata So Seo No. "Menjadi supplier sama sekali tidak berbahaya."
Jumong masih ingin protes. So Seo No menambahkan, "Aku tidak bisa membiarkanmu pergi ke medan perang sedangkan aku cemas memikirkanmu disini. Aku bukan hanya melakukan ini untukmu, namun untukku juga. Aku bisa saja mati karena tidak tenang saat menunggumu disini."
Jumong menatap So Seo No dan tersenyum. "Nona..." Ia maju untuk memeluk So Seo No.
Secara tidak sengaja, Dae So melihat mereka, merasa sangat marah dan cemburu.
Geum Wa mengirimkan utusan untuk menyampaikan pada Ma Ga bahwa BuYeo membutuhkan 20.000 prajurit dari Ma Ga.
"Pergi dan katakan pada Yang Mulia bahwa SaChulDo tidak hanya menentang perang ini, kami juga tidak akan mengirim 1 prajurit pun ke BuYeo!"
"Apa kau ingin menentang perintah Yang Mulia?!" seru utusan itu.
"Bukan SaChulDo yang menentang Yang Mulia, tapi Yang Mulia-lah yang menentang keinginan langit!" kata Ma Ga.
"Tetua Ma Ga, SaChulDo adalah salah satu subjek BuYeo." kata utusan itu.
"Beraninya kau memberitahu aku apa yang harus aku lakukan!" seru Ma Ga marah. "Pengawal, bawa dia keluar!"
"Apa kau akan hidup sebagai anjing Han!" seru utusan, seraya berusaha melepaskan diri dari cengkraman pengawal Ma Ga.

Keesokkan harinya, Ma Ga mengirimkan utusan pada Geum Wa. Utusan itu membawa sebuah kotak besar.
"Buka kotak itu!" perintahnya pada Jumong.
Jumong maju dan membuka kotak tersebut. Mendadak Jumong terlonjak kaget. Isinya adalah kepala utusan yang dikirim Geum Wa.
"Ma Ga bilang, Sa Chul Do tidak akan mengirimkan satupun prajurit." kata utusan Ma Ga.
Geum Wa marah besar.
Dae So tersenyum.

4 comments:

ari said...

makin keren put...lanjutkan ya

qimi said...

laNjutkaN....



gmana Mbak test nya??

Anonymous said...

Mbak, kerajaan silla warganya Han?

Dae so bermuka dua nih...wataknya jelek, pantes jumong dendam kesumat.

Putri said...

@qimi: alhmdlh lolos tahap 1

@anonym: apa hubungannya shilla sama Han? Dinasti Han itu di Cina.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Copyright 2009 Phe Phe All Right Reserved. Crafted by Putri Fitriananda