Hime no Sarange: All about Korean Drama: Jumong Episode 38

Friday, March 19, 2010

Jumong Episode 38

Sinopsis Jumong Episode 38

Jumong bebas. Ma Ri dkk berhasil menyelamatkan Jumong.
"Komandan!" seru mereka penuh haru.
Mo Pal Mo menangis. "Kupikir aku akan kehilangan Pangeran untuk selamanya. Aku hampir mengikuti jejak Pangeran untuk mati."
"Maafkan aku, Mo Pal Mo." kata Jumong. Jumong bertanya mengenai perang. "Bagaimana Yang Mulia? Apakah kita bisa merebut Jinbun dan Imdun?"
Oyi dan yang lainnya menunduk sedih.
Yang Tak menjawab untuk mereka. "Pangeran Dae So saat ini memimpin BuYeo menggantikan Yang Mulia."
"Apa maksudmu?' tanya Jumong cemas. "Apa terjadi sesuatu pada Yang Mulia?"
"Pangeran Dae So mengambil alih istana dengan bantuan pasukan SaChulDo, mengancam Yang Mulia dan sekarang berlaku sebagai pengantinya." kata Ma Ri.
Jumong sangat terkejut dan terpukul. "Lalu apa yang terjadi pada Yang Mulia dan ibuku?"
"Mereka hidup dalam pemantauan Pangeran Dae So." kata Hyeopbo.
"Yang Mulia baru saja sembuh dari lukanya saat perang." kata Oyi menambahkan. "Yang Mulia pasti sangat terpukul."
"Pangeran Dae So memerintah dengan kejam. Aku dan Mu Song melarikan diri ke BuYeo." cerita Mo Pal Mo. Mu Song mengangguk.
Ma Ri, Oyi, dan Hyeopbo mengajak Jumong kembali ke BuYeo, namun Jumong mengatakan bahwa ada satu hal lagi yang harus ia lakukan. Ia menyuruh Mo Pal Mo dan yang lainnya kembali ke GyehRu, sementara ia dan tiga serangkai kembali lagi ke Desa HanBaek.
Ye Soya dibawa dari penjara ke desa HanBaek.
Sul Tak masih terus memaksa Ye Soya menjadi istrinya. "Aku akan menikahimu di depan rakyat." kata Sul Tak.
"Lebih baik aku mati." Ye Soya menjawab tanpa rasa takut.
"Akulah orang yang menentukan apakah kau hidup atau mati." kata Sul Tak mengancam. "Kau hanya diberi satu pilihan. Menikah dan mengabdi padaku."
Saat malam tiba, Jumong dan ketiga kawannya menyusup masuk ke rumah Sul Tak. Mereka membunuh para penjaga dan menyelamatkan Ye Soya.
"Pangeran!" seru Ye Soya begitu melihat Jumong.
"Kita harus keluar dari sini sebelum para prajurit datang!"
Jumong keluar bersama Ye Soya. Ia memanggil Hyeopbo untuk membawa pergi Ye Soya, sementara ia melawan para prajurit. Ye Soya menolak pergi karena mengkhawatirkan Jumong. Namun Hyeopbo menariknya.
Jumong, Ma Ri dan Oyi berhasil kabur. Sul Tak memerintahkan pasukannya untuk mengejar.
Tiba-tiba, Jumong menghadang jalan mereka dan memanah mereka satu per satu tanpa mereka sempat melawan. Sul Tak melarikan diri.
Jumong dan Ye Soya bertemu kembali di tepi sungai.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Jumong.
"Ya." jawab Ye Soya.
"Aku tahu aku harus membunuh Sul Tak untuk membalaskan dendam ayahmu, tapi aku harus segera kembali ke BuYeo." ujar Jumong meminta maaf. "Aku pasti akan membalaskan kesedihanmu."

Yang Jung tekejut ketika mendapat laporan bahwa Jumong memang masih hidup, namun Iron Army gagal membawanya ke Hyeon To. Yang Jung lalu mengirimkan utusan ke BuYeo untuk memberi kabar bahwa Jumong masih hidup agar Dae So langsung membunuh Jumong begitu Jumong tiba di BuYeo.

Geum Wa memerintahkan Song Ju untuk membawa Yeon Ta Bal padanya.
Di kediaman GyehRu, rombongan pedagang Yeon Ta Bal sedang bersiap-siap meninggalkan BuYeo.
Ketika Song Ju datang untuk menjemput Yeon Ta Bal, Na Ru berkata padanya bahwa ia terlebih dahulu harus meminta izin Pangeran Dae So.
Na Ru melapor pada Pangeran Dae So dan mengizinkan Geum Wa bertemu Yeon Ta Bal.

Yeon Ta Bal dan So Seo No berkunjung ke kamar Geum Wa.
"Aku tahu kondisi yang kau hadapi karena Dae So." kata Geum Wa pada Yeon Ta Bal. "Aku tidak akan pernah melupakan apa yang telah kalian lakukan untuk BuYeo."
"Aku malu karena harus kembali ke BuYeo, tanpa bisa membantu Yang Mulia mengatasi masalah ini." kata Yeon Ta Bal menyesal.
"Aku merasa malu karena kau harus melihat sisi buruk BuYeo." kata Geum Wa sedih. "Aku yakin Song Yang akan menekan GyehRu. Apa kau punya rencana untuk hal ini? Aku sungguh minta maaf karena tidak bisa membantu GyehRu."
"Aku telah belajar banyak di BuYeo." So Seo No berkata menenangkan. "Kami akan bertahan menerima kesulitan apapun yang datang pada kami. Tidak perlu mengkhawatirkan kami."
Di luar, So Seo No dan Yoo Hwa berbincang.
"Maafkan aku karena tidak bisa mengucapkan selamat atas pernikahanmu." kata Yoo Hwa. "Aku tahu sebesar apa kau menderita karena Pangeran Dae So. Jumong tidak bisa melindungimu. Aku ingin meminta maaf padamu atas nama Jumong. Aku tidak bisa melepaskannya, sebagai seorang ibu. Tapi kau, kau harus melupakannya."
So Seo No menangis.
Yoo Hwa memeluknya.

Saat So Seo No dan Yeon Ta Bal berjalan pulang dari istana, Dae So menatap mereka dari jauh. Dalam hati, ia merasa sangat sedih karena So Seo No harus meninggalkan BuYeo.
Dae So minum di kamarnya.
"Apakah ada yang kau pikirkan, Pangeran?" tanya Seol Ran. "Apakah kau sedih karena So Seo No harus pergi dari BuYeo? Jika kau benar-benar peduli padanya, kau harus melupakannya. Jika kau masih terus memikirkannya, aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan padanya."
Seol Ran berkata dengan nada halus dan sambil tersenyum. Namun kata-katanya adalah ancaman untuk Dae So.
"Pangeran, aku tidak keberatan jika kau menyentuk 10 selir sekalipun." Seol Ran berkata menambahkan. "Tapi, aku ingin hanya akulah yang ada di hatimu."
Na Ru mengetuk pintu dan masuk. Ia meminta Dae So keluar bersamanya.
Di luar, Dae So melihat Young Po sedang memarahi para pelayan wanita. Young Po marah-marah dan mencabut pedangnya. hendak membunuh para pelayan. Rupanya ia stress dan tertekan karena Dae So.
"Ada apa ini?!" seru Dae So.
"Sungguh sebuah kehormatan bertemu denganmu, Yang Mulia." kata Young Po mabuk. "Aku sedang mengajarkan peraturan istana pada mereka."
"Kalian boleh pergi." kata Dae So pada para pelayan.
"Tunggu, aku belum selesai bicara!" teriak Young Po.
"Diam kau!" bentak Dae So. "Beraninya kau membuat malu keluarga kerajaan!"
"Kau telah merebut kekuasaan Yang Mulia!" balas Young Po tidak mau kalah. "Jika aku memalukan, maka kau tidak bermoral!"
Dae So menampar Young Po.
"Kau memiliki segalanya, dan kini kau mencampakkan adikmu yang tidak memiliki apa-apa!" seru Young Po emosi.
"Jika kau bersikap seperti orang jalanan, kenapa aku harus peduli padamu?!"
"Sekarang aku tidak takut apapun! Rakyat menyebutku Pangeran, tapi apakah aku punya hak?! Aku lebih senang menjadi orang jalanan!"
Dae So menampar Young Po lagi, dan berteriak pada Na Ru agar mengurung Young Po dalam penjara.
Permaisuri Wan Ho mengetahui masalah Young Po dan datang menjenguknya di penjara. Wan Ho mengatakan padanya bahwa ia harus memikirkan baik-baik kesalahannya.
"Diam di sana dan pikirkan kesalahanmu." kata Wan Ho.

Mo Pal Mo dan yang lainnya kembali ke GyehRu. Sesampainya di sana, Yeo Mi Eul meminta Mu Song pergi lagi untuk mencegah Jumong kembali ke BuYeo. Dae So pasti akan membunuh Jumong.

Keesokkan harinya, Dae So membebaskan Young Po. Young Po masih ngambek.
Dae So membujuknya, mengatakan bahwa Dae So sudah mempersiapkan sebuahposisi untuk Young Po. Namun sekarang saatnya belum tepat untuk menyerahkan posisi tersebut pada Young Po.
Young Po tidak percaya pada apa yang dikatakan Dae So, dan berjanji akan membuat Dae So membayar semua penghinaan yang telah ia terima.

Utusan dari Hyeon To tiba. Utusan tersebut memberi informasi pada Dae So mengenai Jumong. Dae So sangat terkejut.

Di pihak lain, Jumong dan yang lainnya telah tiba di BuYeo. Ye Soya ikut bersama mereka.
"Pangeran, aku yakin Yang Jung sudah mengabarkan pada Pangeran Dae So bahwa kau masih hidup." kata Ma Ri.
"Jika Pangeran Dae So tahu kau masih hidup, ia pasti memperketat penjagaan istana." kata Oyi.
"Aku ingin mengunjungi kediaman Yeon Ta Bal terlebih dahulu." kata Jumong.
Oyi dan yang lainnya menundukkan kepala dengan sedih.
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu pada Nona?" tanya Jumong.
"Nona So Seo No telah menikah dengan Manajer Oo Tae." ujar Ma Ri. Ia menceritakan semuanya pada Jumong.
Rombongan pedagang GyehRu meninggalkan BuYeo.
Ketika Jumong tiba di kediaman GyehRu, mereka sudah tidak ada disana.
Jumong bergegas mengendarai kudanya untuk melihat kepergian rombongan GyehRu dari jauh. Jumong tidak berani menemui So Seo No.

Mengetahui bahwa Jumong masih hidup, Seol Ran menyarankan pada Dae So agar segera membunuh Jumong sebelum Jumong tiba di BuYeo.
"Jika Pangeran tidak bisa melakukannya,biar aku saja yang melakukannya." kata Seol Ran. "Aku tidak akan memaafkan siapapun yang menghalangi jalan Pangeran."
Cewek kejam banget!

Jumong murung. Ye Soya melihatnya dari jauh dan merasa ikut prihatin.
Ye Soya mendekati Ma Ri, Oyi dan Hyeopbo.
"Aku merasa bahwa aku menjadi beban bagi Pangeran, yang saat ini sudah mengalami banyak masalah." kata Ye Soya pada mereka.
"Tidak perlu merasa seperti itu." kata Ma Ri. "Justru Nona-lah yang telah menyelamatkan nyawa Pangeran."
"Benar!" kata Hyeopbo setuju. "Walaupun saat ini Pangeran sedang dalam masalah, aku yakin ia bisa melewatinya. Jangan khawatir, Nona."
"Aku akan ke kota untuk melihat keadaan." kata Oyi. Ia pergi bersama Hyeopbo.
Dae So mengerahkan pasukan secara rahasia untuk membunuh Jumong. Oyi dan Hyeopbo melihat pasukan rahasia tersebut dan melapor pada Jumong.
"Ma Ri, bawa Nona ke tempat yang aman." kata Jumong.
"Ya." jawab Ma Ri.
"Sementara ini, tinggallah di tempat yang Ma Ri sediakan." kata Jumong pada Ye Soya.
"Katakanlah padaku bila ada hal yang bisa kubantu." Ye Soya menawarkan. "Aku akan melakukan apapun."
"Maafkan aku karena tidak menjagamu dengan baik." kata Jumong.
"Ayo, Nona." ajak Ma Ri.
Ye Soya menunduk untuk memberi hormat pada Jumong, kemudian pergi bersama Ma Ri.
Jumong memerintahkan Oyi dan Hyeopbo agar menyebarkan kabar ke kota bahwa Jumong masih hidup.

Di kota, desas-desus mulai menyebar mengenai hidupnya Jumong.
Do Chi tidak mempercayai desas-desus itu.
Dengan sengaja, Jumong menampakkan diri di depan Do Chi.
Do Chi ketakutan, karena mengira itu adalah arwah Jumong. Tapi kenapa hantu terlihat begitu nyata dan jelas? Berarti benar, Jumong masih hidup. Ia bergegas ke istana untuk melaporkan hal tersebut pada Young Po.
Young Po tidak mempercayai kata-katanya. Ia malah mangira Do Chi mengarang-ngarang cerita untuk mendapat perhatiannya.

Para pelayan membicarakan tentang gosip mengenai hidupnya Jumong. Yoo Hwa juga mendengar berita tersebut, namun tidak mempercayainya.
Dae So dan Na Ru menyamar ke kota untuk mendengar suara rakyat.
"Pengganti, hah?" tanya seorang warga. "Seorang putra yang mengurung ayahnya sendiri, kemudian merebut segalanya, itu namanya tidak bermoral! Kita harus membuat Pangeran Jumong kembali dan menghukum Pangeran Dae So yang tidak bermoral itu!"
Para warga berseru menyetujui.
Warga yang lain menambahkan, "Aku juga mendengar bahwa Pangeran Jumong-lah yang telah membunuh Gubernur Jinbun dan Imdun."
"Dari mana kau mendengar itu?" tanya Dae So.
"Dari para prajurit yang kembali dari medan perang." jawab si warga. "Aku dengar, Pangeran Jumong membuat sebuah strategi hebat dan berhasil menghabisi Han. Aku tidak percaya Pangeran Dae So-lah yang justru menerima penghargaan!"
"Dia juga menikahi putri Gubernur Hyeon To. Bisa-bisanya seorang putra sulung BuYeo melakukan pengkhianatan semacam itu!" kata warga pertama.
Na Ru mengeluarkan pedangnya. "Beraninya kau! Ini adalah Pangeran Dae So! Beri hormat padanya!"
Seluruh warga bersujud di hadapan Dae So.
Na Ru menawarkan diri untuk membunuh warga itu, namun Dae So melarangnya. Membunuh tidak akan merubah pandangan masyarakat.

Jumong berniat menyusup ke dalam istana.
Saat malam tiba, Jumong, Ma Ri, Oyi dan Hyeopbo menyusup ke dekat tembok istana. Jumong meminta Ma Ri dan yang lainnya menunggu, sementara ia seorang diri masuk ke istana.
Di dalam, ia melihat Dae So berjalan dengan angkuhnya. Jumong menahan kemarahannya.

3 comments:

あり said...

tatapan matanya jumong itu lho, hahahahahaha (lagi ngefans ama jumong ni put ari wkwkwkwk)

Anonymous said...

Ahrx... Stlh ngGu lma muncul jg sin0psisx. 0k bgt dh bl0gx ^^
LanjuT puuutt!! Smgat2!!

Anonymous said...

i love you.! be strong Jumong.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Copyright 2009 Phe Phe All Right Reserved. Crafted by Putri Fitriananda