Hime no Sarange: All about Korean Drama: Sinopsis Jumong Episode 47

Saturday, March 27, 2010

Sinopsis Jumong Episode 47

Sinopsis Jumong Episode 47

Jumong membiarkan Na Ru dan kedua prajuritnya maju.
"Mereka mungkin akan menemukan tempat persembunyian kita." bisik Ma Ri. "Kita harus menyerang."
"Tunggu." perintah Jumong.
Beberapa saat kemudian, Na Ru memerintahkan kedua prajuritnya untuk kembali.
"Setelah mereka yakin bahwa kita tidak melakukan penyergapan, kita akan menyerang." kata Jumong. "Jae Sa, Moo Gul, Muk Guh, bersiap untuk menyerang."
"Baik."

Na Ru melaporkan pada Dae So bahwa tidak ada tanda-tanda penyergapan. Mereka akan mulai menyerang saat hari gelap.
Jumong dan keenam perwira pentingnya merundingkan rencana mereka.
"Jumlah kita sedikit dan Pasukan Da Mul belum berpengalaman." kata Jumong pada Jae Sa dkk. "Kita akan melakukan penyergapan dengan api. Kita tidak akan berperang frontal sampai pertahanan mereka hancur. Kalian mengerti?"
"Ya."
"Pergi ke posisi kalian dan bersiap untu menyerang." perintah Jumong pada semua pasukannya.
Mo Pal Mo datang dengan membawa panah baja, yang baru saja selesai dibuatnya. Kini ia akan berusaha membuat baju perang baja.
Hari sudah gelap. Dae So dan Iron Army-nya mulai maju untuk menyerang.
Jae Sa memimpin kelompok penyergap pertama. "Jangan bergerak sampai mereka berada dalam jangkauan panah." perintahnya.
Jumong memimpin kelompok penyergap dua. Ia menyalakan panah api dan mulai menembak pasukan Dae So. Pasukan Da Mul yang lain mulai menembakkan panah api.
"Apa yang terjadi?" tanya Dae So, melihat pasukannya kalang-kabut. "Kupikir tidak ada yang melakukan penyergapan!"
"Maafkan aku!" seru Na Ru.
"Mundur!" perintah Dae So pada pasukannya.
Pasukan Dae So berbalik, namun kelompok penyergap Jae Sa menghadang jalan mereka dan menembakkan panah api. Beberapa prajurit mati dan dada Dae So terkena panah.
"Mundur! Mundur!" teriak Na Ru.
Kelompok Jumong berkumpul dengan kelompok Jae Sa.
"Jenderal, strategi kita berhasil!" seru Hyeopbo senang. "Setengah dari mereka sudah mati!"
"Sekarang kita bila melakukan peperangan frontal!" seru Ma Ri.

Pasukan Dae So mengalami kehilangan besar. Ditambah lagi Dae So terluka.
"Setengah dari Iron Army sudah tewas." kata Na Ru.
"Panah mereka bisa menembus baju perang Iron Army." kata pemimpin Iron Army. "Kita tidak bisa berperang."
"Kenapa kita tidak mundur ke Hyeon To?" tanya Na Ru, menyarankan.
Dae So kelihatan sangat marah. "Diam!" bentaknya. "Kita akan menyerang mereka lagi besok pagi!"

Menjelang subuh, Pasukan Da Mul melakukan penyerangan mendadak ke markas pasukan Dae So.
Dae So, yang saat itu sedang tidur, bergegas keluar karena mendengar keributan.
“Mereka melakukan penyerangan mendadak!” seru Na Ru.
“Apa?!” Dae So melihat pasukannya bertarung melawan pasukan Da Mul. “Ambilkan pedangku!”
“Tapi kau sedang terluka, Pangeran!”
“Berikan pedangku!” Dae So mengambil pedang Na Ru, namun dada kanannya yang terluka terasa sakit.
“Pangeran, kau harus segera pergi dari sini!” kata Na Ru cemas. “Jangan hanya berdiri di sana! Bawakan kuda! Sekarang!”
Dae So sangat terpukul sekaligus marah. Iron Army yang dipinjamnya dari Hyeon To telah dilenyapkan oleh Pasukan Da Mul. Dae So melarikan diri.
Pengawal Yang Jung melaporkan bahwa Iron Army telah dilenyapkan dan Pangeran Dae So mengalami kekalahan telak.
"Apa?!" seru Yang Jung marah.
Dae So kembali ke Hyeon To.
"Kenapa ini bisa terjadi?!" seru Yang Jung pada Dae So.
"Maafkan aku." kata Dae So.
"Kau membawa Iron Army dan dikalahkan oleh Pasukan Da Mul yang hanya berjumlah beberapa ratus orang?!" bentak Yang Jung. "Apakah itu masuk akal?!"
"Hanya ada satu jalan menuju markas persembunyian Jumong." Dae So berusaha menjelaskan. "Kami harus melewati lembah yang semput dan kami disergap disana. Kami tidak bisa bertarung disana."
"Jika itu adalah titik yang sulit, seharusnya kau sudah memperkirakan bahwa mereka akan melakukan penyergapan!" bantah Yang Jung. "Sebagai seorang Komandan, apa kau tidak memeriksanya terlebih dahulu?"
"Aku sudah mengirim orang untuk memeriksa, tapi tidak ada tanda-tanda penyergapan." kata Dae So.
"Aku tidak mau mendengar alasan!" bentak Yang Jung. "Kau dikalahkan oleh pasukan Jumong yang tidak punya kemampuan? Dunia akan menertawakanmu."
Na Ru merasa sangat bersalah. "Maafkan aku, Pangeran. Aku pantas mati."

Pasukan Da Mul hanya memiliki nasi kepal untuk dimakan. Jumong sedih melihatnya. Ia, keenam perwiranya, Mo Pal Mo dan Yeo Mi Eul mengadakan rapat.
"Kita harus memikirkan cara untuk mendapatkan makanan dan pakaian." kata Jumong.
"Walaupun kita sudah membuat tanah pertanian, tapi akan butuh waktu agar bisa dipanen." kata Mo Pal Mo. "Tidak ada negara atau klan yang mau membantu kita."
"Kita harus menyerang rombongan pedagang Han dari Hyeon To untuk mendapatkan makanan." saran Yeo Mi Eul. Dalam jangka panjang, kita harus menyatukan klan yang saat ini sedang dikuasai Han."
"Jenderal, kenapa kita tidak menggunakan garam Go San?" tanya Ma Ri.
"Benar, Go San akan memberikan garam yang kita butuhkan." kata Hyeopbo setuju.
"Jika Go San memberi kita garam, maka BuYeo akan menyerang mereka." kata Jumong. "Aku akan melaksanakan saran Yeo Mi Eul. Kita akan menyerang pedagang Han."

Dae So kembali ke BuYeo dalam keadaan terluka.
Yoo Hwa dan Geum Wa lega. Hal itu menandakan Jumong dan pasukannya tumbuh kuat sehingga mereka tidak perlu mencemaskan Jumong lagi.
Kekalahan Dae So juga membuat Seol Ran marah. Karena Jumong telah mempermalukan Dae So, maka Seol Ran akan menggunakan istri Jumong sebagai pelampiasan.
"Bawa Ye Soya padaku." kata Seol Ran memerintahkan pengawalnya.
Pengawal menyeret Ye Soya keluar.
Seol Ran maju dan menampar wajah Ye Soya dua kali. "Kau tidak seharusnya dikurung di dalam kamar yang mewah." kata Seol Ran. "Aku tidak tahan melihat ini. Lebih baik aku menjadikanmu pelayanku."
"Jika itu yang kau inginkan, maka aku akan menjadi pelayanmu." jawab Ye Soya tanpa rasa takut.
Seol Ran tersenyum licik. "Aku tidak tahu apa yang membuatmu begitu angkuh. Kau pasti berpikir bahwa Yang Mulia dan Lady Yoo Hwa bisa melindungimu, tapi kau salah."
Ye Soya menatap Seol Ran tajam.
"Hao Chen!" panggil Seol Ran pada pengawalnya. "Bawa dia!"
Hao Chen maju dan menarik lengan Ye Soya.
"Lepaskan tanganmu darinya!" Yoo Hwa muncul dari belakang mereka. "Apa yang ingin kau lakukan?"
"Sepertinya ia terlalu diberi banyak kemewahan. Aku ingin menjadikannya pelayanku." jawab Seol Ran.
"Beraninya kau! Aku tahu kau sangat angkuh karena Dae So dan ayahmu, tapi bagaimana bisa kau melakukan hal semacam ini pada wanita yang sedang mengandung? Pergi dari sini!"
"Bayi yang akan dilahirkannya adalah musuh BuYeo." ujar Seol Ran, menantang Yoo Hwa. "Kenapa aku harus peduli pada apa yang akan terjadi pada musuh BuYeo? Jika kau menentangku, maka hidupmu akan berada dalam bahaya."
Yoo Hwa menampar Seol Ran. "Beraninya kau mengancamku!" serunya marah. "Silahkan saja mencoba!"
Seol Ran berjalan pergi meninggalkan mereka dengan wajah marah.
Yoo Hwa menatap Ye Soya dengan sedih. Yoo Hwa menceritakan alasan kenapa Seol Ran bersikap kejam pada Ye Soya, yaitu karena Jumong berhasil mengalahkan Dae So.
"Ia menyiksamu karena Jumong." kata Yoo Hwa.
"Jika itu alasannya, maka aku akan menerimannya." kata Ye Soya tabah.
Semakin sulit Dae So menangkap Jumong, maka Seol Ran akan semakin menyiksa Ye Soya. Yoo Hwa meminta Ye Soya tetap kuat dan tabah.
Dilain pihak, Chae Ryeong juga bersikap kasar pada So Seo No. Ia memerintahkan So Seo No melakukan perjalanan dagang ke Ok Jo.
"Ibu, So Seo No sedang hamil." kata Chan Soo melarang. "Dia tidak bisa memimpin perjalanan dagang."
Chae Ryeong tidak perduli dan bersikeras menyuruh So Seo No pergi.
"Aku yang akan memimpin rombongan." Oo Tae menawarkan diri. "Biarkan So Seo No tetap di GyehRu."
"Kau adalah kepala pengawal. Kau tidak boleh melakukan perjalanan dagang." tolak Chae Ryeong.
Walaupun Yeon Ta Bal menyatakan protesnya, tetap saja Chae Ryeong mengacuhkannya.
Akhirnya, So Seo No bersedia untuk memimpin perjalanan dagang ke OkJo.

Dae So meminta saran Perdana Menteri mengenai cara mengalahkan Jumong.
"Jika kita tidak bisa menyerang Jumong di Gunung Bong Gye, maka kita harus membuat Jumong keluar." kata Perdana Menteri.
"Apa kau punya rencana?" tanya Dae So berharap.
Perdana Menteri menceritakan saat Raja Hae Bu Ru bekerja sama dengan Han untuk menangkap Hae Mo Su, yaitu dengan membuat prajurit menyamar sebagai para pengungsi. "Hae Mo Su sudah siap berperang melawan Han ketika mendengar berita mengenai para pengungsi yang sedang dikirim ke Han." kata Perdana Menteri. "Tapi para pengungsi itu sebenarnya adalah prajurit Han yang menyamar. Dia kemudian diserang oleh Iron Army yang bersembunyi. Dengan cara itulah Pasukan Da Mul bisa dilenyapkan dan Hae Mo Su ditangkap."

Jumong meminta Oyi melihat keadaan di BuYeo.
"Apakah kau mendengar berita mengenai ibu dan istriku?" tanya Jumong.
Wajah Oyi menjadi ragu dan sedih sekaligus. "Putri Ye Soya sedang mengandung. Saat ini dia sedang dikurung dalam kamarnya."
Jumong sangat terkejut dan sedih. Ia berusaha memikirkan sebuah rencana untuk membawa Ye Soya keluar dari BuYeo.

Jumong benar-benar sedih. Ia bercerita pada Yeo Mi Eul.
"Ayah pernah berkata bahwa aku tidak akan bisa melindungi ratusan ribu orang, jika aku tidak bisa melindungi seseorang yang berada di sisiku." kata Jumong. "Ayah mengatakan bahwa aku harus melindungi kekasihku."
"Ia berkata seperti itu karena menyesal tidak bisa melindungi Lady Yoo Hwa." ujar Yeo Mi Eul. "Aku mengerti bagaimana sedihnya perasaan Pangeran saat ini, tapi aku tidak setuju pada Jenderal Hae Mo Su. Jenderal Hae Mo Su gagal karena hatinya terlalu lembut. Jika kau ingin membentuk sebuah negara, kau harus keras. Kau akan bertanggung jawab pada ratusan ribu orang. Jangan diragukann oleh perasaan pribadi."

Jae Sa mengabarkan mengenai rute rombongan pedagang Han. Pasukan Da Mul dibawah pimpinan Jumong segera melakukan penyerangan.
Mereka bersembuyi untuk melakukan penyergapan. Begitu rombongan pedagang mendekat, mereka mulai menyerang. Pertarungan yang tidak sulit. Pasukan Da Mul menang dengan mudah dan berhasil merebut barang-barang.
Jae Sa, Moo Gul dan Muk Guh membawa barang-barang rampasan ke markas persembunyian, sementara Jumong, Ma Ri, Oyi, dan Hyeopbo berkeliling untuk melihat keadaan klan.
Di perjalanan, Jumong dkk melihat kelompok pedagang GyehRu yang dipimpin oleh So Seo No.
"Kudengar ia hamil." kata Oyi. "Bukankah aneh jika ia pemimpin perjalanan dagang?"
"Aku akan pergi dan mencari tahu." kata Ma Ri menawarkan.
"Jangan." larag Jumong. Ia melihat So Seo No dengan sedih. Sepertinya pihak GyehRu juga sedang berada dalam kesulitan karena So Seo No memimpin perjalanan dagang disaat kondisinya sedang hamil.
Yang Jung marah besar mengetahui bahwa Jumong merampas karavan dagang Han. Ia bergegas menuju BuYeo.
Sesampainya di BuYeo, ia merencanakan sesuatu bersama Dae So dan Perdana Menteri.
"Kita tidak bisa membiarkan ini!" seru Yang Jung. "Jika pihak Chang An tahu, maka aku dan juga BuYeo akan bertanggung jawab! Apa kalian punya rencana?"
"Ya." jawab Perdana Menteri. Ia mengemukakan cara sama yang digunakan untuk menangkap Hae Mu Su.
Yang Jung tersenyu. "Itu ide yang bagus."
Pihak Dae So mulai melaksanakan rencananya.
Song Ju mengetahui rencana tersebut dan memberitahukan pada Geum Wa. Malamnya, para pengawal dibawah pimpinan Song Ju menyusup dan membunuh beberapa prajurit istana untuk membantu Ye Soya pergi dari istana.
"Katakan pada Jumong agar jangan khawatir dan terus berusaha mewujudakan impiannya." kata Yoo Hwa.
Song Ju mengantar Ye Soya, namun sayang para pengawal Na Ru mengepung mereka dan menggagalkan rencana mengeluarkan Ye Soya.
Dae So membawa Ye Soya ke kamar Geum Wa.
"Aku akan menangkap Jumong dan memenggal kepalanya di depan Yang Mulia!" janji Dae So.
Setelah mengetahui bahwa para pengungsi yang tersisa di BuYeo hendak di serahkan ke Han sebagai budak, Jumong dkk mulai merundingkan rencana penyelamatan.
Jumong memerintakan Pasukan Da Mul berangkat untuk melakukan ekspedisi.
Di pihak lain, Na Ru memimpin rombongan pengungsi menuju Han. Iron Army mengikuti cukup jauh di belakang. Jika Jumong dan Pasukan Da Mul mulai menyerang, maka Iron Army akan maju.

Mo Pal Mo dan Mu Song memberitahukan informasi ekspedisi Pasukan Da Mul untuk menyelamatkan pada pengungsi. Yeo Mi Eul cemas.
"Cepat pergi dan hentikan mereka!" seru Yeo Mi Eul. "Jika kita tidak menghentikan mereka, maka Pasukan Da Mul akan berada dalam bahaya!"
Mo Pal Mo dan Mu SOng bergegas pergi untuk menghentikan Pasukan Da Mul.

2 comments:

Anonymous said...

Lihat Seol Ran pengen dipites aja. Sinopsisnya kereen abis.

Anonymous said...

mbak, pihak Chang An itu siapa ya? tks.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Copyright 2009 Phe Phe All Right Reserved. Crafted by Putri Fitriananda