Hime no Sarange: All about Korean Drama: Sinopsis Jumong Episode 62

Friday, April 9, 2010

Sinopsis Jumong Episode 62

Sinopsis Jumong Episode 62

Moo Guk dan Muh Guk mengkhawatirkan Jumong. Mereka mengajak Oyi dan Hyeopbo mengikuti Jumong, namun So Seo No melarang.
"Mengikutinya hanya akan menyebabkan dia berada dalam bahaya." kata So Seo No. "Kita tunggu saja sampai ia kembali."
Jumong datang ke markas Song Yang. Penjaga memintanya meninggalkan senjatanya. Jumong kemudian menyerahkan senjatanya pada penjaga dan masuk ke dalam markas tersebut.
Pasukan Song Yang berdatangan dan mengepung Jumong. Jumong dijebak.
"Tangkap dia!" perintah kepala prajurit.
Para prajurit mengeroyok Jumong. Jumong bertarung melawan mereka dan berhasil mengalahkan sebagian prajurit.
Song Yang menonton perkelahian itu dari sebuah bangunan lantai dua.
"Pemanah telah siap." kata pemimpin prajurit pada Song Yang. "Kita akan membunuhnya segera setelah kau memberi kami perintah."
Song Yang terdiam sejenak kemudian berteriak pada para prajuritnya yang sedang bertarung dengan Jumong, "Berhenti!"
Jumong mendongak ke tempat Song Yang berada.
"Kau sangat gegabah." kata Song Yang. "Aku tidak menyangka kau akan benar-benar datang kemari."
"Aku memang gegabah, tapi aku tahu kau tidak." kata Jumong. "Aku datang kemari sendirian tanpa senjata untuk memenuhi janjiku padamu. Jika kau membunuhku, kau akan berhadapan dengan Pasukan Da Mul."
Jumong dan Song Yang berunding empat mata.
"Aku bisa saja membunuhmu." kata Song Yang. "Kenapa kau kemari?"
"Aku memenuhi permintaanmu untuk menunjukkan bahwa aku tidak ingin berperang dengan BiRyu." kata Jumong. "Langit tidak menginginkan ada pertumpahan darah."
"Maksudmu, langit ingin aku memberikan BiRyu padamu?" tanya Song Yang. "BiRyu tidak akan pernah hancur."
"Biryu tidak akan hancur." kata Jumong. "BiRyu akan bergabung dengan Pasukan Da Mul dan membentuk sebuah negara baru. Jika kau mau bergabung denganku, kita bisa menyatukan Jolbon dan membuat sebuah negara yang cukup kuat untuk melawan Han. Jika kau menolak bergabung denganku, maka kau harus berperang dengan Pasukan Da Mul."
Song Yang terdiam.
"Jangan takut apda Han." tambah Jumong. "Pasukan Da Mul dan aku akan melindungi persatuan Jolbon."
Song Yang berpikir. Ia kemudian memanggil prajuritnya untuk membawakan dua cangkir minuman.
"Satu cangkir berisi arak dan yang satunya lagi berisi racun." kata Song Yang. "Jika kau memang dipilih oleh langit, maka kau akan lolos dari cangkir beracun."
Jumong diam.
"Apa kau takut?" tanya Song Yang. "Kau tidak perlu takut jika kau memang dipilih oleh langit. Pilihlah salah satu cangkir. Jika kau berhasil lolos, maka aku akan mengikuti kata-katamu."
Jumong mengambil salah satu cangkir dan meminumnya. Ia lalu mengambil cangkir yang lain dan meminumnya juga.
"Apa kau ingin mati?!" seru Song Yang.
"Tidak ada cangkir berisi racun." kata Jumong. "Kurasa kau sedang mengujiku."
Song Yang tertawa. "Kau sangat berani, seperti yang orang-ornag katakan."
"Kini giliranmu." kata Jumong. "Apakah kau mau bergabung denganku ataukah ingin berperang dengan Pasukan Da Mul?"
Song Yang berpikir.

So Seo No, Sayong dan Pasukan Da Mul menunggu Jumong dengan cemas. Tidak lama kemudian, Jumong datang.
"Apa yang terjadi?" tanya So Seo No.
"Kita harus menunggu keputusan dari Kepala Klan Song Yang." kata Jumong.
Setelah mengambil keputusan Song Yang dan pasukannya datang ke perkemahan Pasukan Da Mul.
"Aku akan bergabung denganmu." kata Song Yang seraya membungkuk memberi hormat pada Jumong.
Pasukan Da Mul bersorak senang.
"Hidup Jolbon!" seru Jae Sa, diikuti oleh semua pasukan. "Hidup Jolbon!"
Sayong bergegas pergi ke GyehRu untuk melaporkan kabar gembira itu. Akhirnya, Jumong berhasil menyatukan Jolbon.

Bersatunya Jolbon dan bergabungnya persatuan Jolbon dengan Pasukan Da Mul merupakan kabar yang sangat mengejutkan untuk pihak BuYeo. Geum Wa sangat terpukul mendengar kabar tersebut dan langsung jatuh sakit.
"Yang Mulia akan segera bengun setelah cukup beristirahat." kata tabib pada Dae So, setelah memeriksa keadaan Geum Wa.

Geum Wa meminta Yoo Hwa menemuinya dikamarnya.
"Tidak lama lagi, ia akan mengambil alih BuYeo." kata Geum Wa. "Aku takut. Aku takut memikirkan Jumong akan menyerang BuYeo. Aku takut memikirkan bahwa Jumong akan memisahkan kau dan aku."
"Yang Mulia, terima Jumong sebagaimana ia sekarang." kata Yoo Hwa. "Itulah satu-satunya cara agar kau dan BuYeo bisa selamat. Aku takut bahwa ikatan kita akan terputus dengan sia-sia."
Setelah bertemu dengan Geum Wa, Yoo Hwa meminta izin pada Song Ju untuk mengunjungi cucunya, Yuri. Ia memberitahukan pada Ye Soya bahwa Jumong telah berhasil menyatukan Jolbon. Sebuah langkah besar untuk membuat negara baru.

Upacara peresmian bersatunya Jolbon.
"Ini adalah darah Jenderal Jumong dan semua Kepala Klan Jolbon." kata So Seo No, menyerahkan sebuah piala berisi darah pda So Ryeong dan Putri Bintang.
So Ryeong menggambar lambang Burung Berkaki Tiga diatas selembar kain kuning dengan darah tersebut.
Setelah selesai, Oyi dan Ma Ri membuka bendera tersebut.
"Hidup Jolbon!" teriak semua orang. "Hidup Jolbon!"
"Burung Berkaki Tiga telah lahir kembali." kata Jumong. "Suatu saat nanti, burung ini akan terbang di atas wilayah GoJoSeon. Ingatlah, mulai saat ini Pasukan Da Mul dan Jolbon adalah saudara dan sekutu. Mulai saat ini, Pasukan Da Mul dan Jolbon akan menjadi ayah bagi para pengungsi GoJoSeon."
"Hidup Jolbon! Hidup Pasukan Da Mul!" sorak semua orang.

Dae So berbaik hati membawa keluarga Bu Beo No ke istana BuYeo. Perbuatannya itu membuat Bu Beo No merasa sangat berterima kasih.
"Bu Beo No." kata Dae So. "Situasi BuYeo saat ini sedang sulit. Aku akan memberimu kesempatan untuk melakukan sesuatu yang besar untuk BuYeo." Dae So terdiam sejenak, kemudian berkata, "Menyusup ke GyehRu dan bunuh Jumong."
Bu Beo No terkejut.
"Jumong menerima semua pengungsi yang datang ke GyehRu." kata Dae So. "Kau tidak akan tertangkap jika kau menyamar menjadi pengungsi. Pasukan BuYeo tidak bisa membunuh Jumong. Jika kau berhasil, maka kau akan diakui sebagai pahlawan BuYeo."
"Kami akan menjaga keluargamu selama kau pergi." kata Na Ru. "Jika kau mengkhianati kami, maka keluargamu akan berada dalam bahaya."
Di GyehRu, Mo Pal Mo berhasil menciptakan baju perang yang tidak tembus senjata. Ia menunjukkan baju perang tersebut pada Jumong, namun Jumong hanya diam dan berpikir.
"Ada apa?" tanya Mo Pal Mo.
"Pasukan Da Mul adalah pasukan yan bergerak dengan rahasia." kata Jumong. "Baju perang ini terlalu berat untuk kami."
"Aku tidak memikirkan beratnya." kata Mo Pal Mo menyesal. "Maafkan aku."
Jumong menyemangati Mo Pal Mo agar tidak putus asa.
"Aku berjanji akan membuat baju perang yang lebih ringan agar bisa membantumu menyerang dengan efektif." kata Mo Pal Mo.

Yeon Ta Bal mengajak Jumong dan para perwiranya ke suatu tempat. Tempat tersebut adalah istana untuk Pasukan Da Mul dan persatuan Jolbon ketika mereka berhasil membangun sebuah negara baru.

Kini mereka mengalami masalah internal mengenai siapa yang akan menjadi Raja.
Pihak GyehRu mengatakan bahwa mereka menyiapkan kebutuhan pasukan dan membuat istana. So Seo No harus menjadi Ratu.
Pasukan Da Mul merasa bahwa Jumong yang telah menyatukan Jolbon. Maka Jumong yang harus menjadi Raja.

Malamnya, So Seo No berkunjung ke ruangan Jumong. Jumong mengeluarkan selembar kain yang diatasnya tertulis, 'Goguryeo'. Itulah nama yang akan diberikan oleh Jumong pada negara barunya.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Jumong.
"Goguryeo." ujar So Seo No, membaca tulisan tersebut.
"Arti nama ini adalah 'Negara yang paling bersinar dan yang paling tinggi di dunia'." kata Jumong. "Ini adalah ambisiku untuk membangun negara yang paling kuat dan sejahtera dibawah matahari sehingga rakyat tidak perlu menderita karena kelaparan dan perang."
"Jenderal, aku ingin kau yang menjadi Raja Goguryeo." kata So Seo No. "Aku terlalu marah pada Song Yang sehingga tidak bisa memaafkannya. Aku berusaha berperang melawan BiRyu, tapi kau mengatakan padaku untuk menjadikan BiRyu baian dari rakyat kita. Jika bukan karena kau, kita tidak akan bisa menyatukan Jolbon tanpa peperangan. Aku yakin kau bisa membangun negara yang kuharapkan."

Yang Jung datang berkunjung ke BuYeo untuk menawarkan kerjasama. Itulah satu-satunya cara agar mereka bisa mengalahkan Pasukan Da Mul dan Jolbon.

Para pengungsi dari OkJo datang ke GyehRu. Bu Beo No menyamar dan ikut dalam rombongan tersebut. Oyi menatap Bu Beo No sekilas, kemudian menyuruhnya berhenti.
"Kau berasal dari OkJo?" tanya Oyi.
"Ya." jawab Bu Beo No.
Oyi terdiam sesaat. "Kau boleh pergi." katanya.
"Ada apa?" tanya Ma Ri.
"Sepertinya dia tidak asing lagi." pikir Oyi.
Jumong menempel pengumuman di kota bahwa ia akan mengadakan kompetisi untuk memilih orang-orang yang memiliki kemampuan.
Bu Beo No ikut serta dan berhasil lolos sampai tahap akhir.
"Kau petarung yang berbakat." kata Jumong pada Bu Beo No.
"Aku pernah menjadi prajurit OkJo." kata Bu Be No.
"Apakah kau bersedia bertarung satu lawan satu?" tanya Jumong.
"Jika kau mengizinkan."
Jumong meminta Moo Gul melawan Bu Beo No.
Pertarungan antara Moo Gul dan Bu Beo No sangat sengit. Kekuatan mereka hampir setara.
"Cukup!" seru Jumong.
Moo Gul terlihat sangat kesal.
"Siapa namamu?" tanya Jumong.
"Namaku Bu Beo No."
"Angkat dia sebagai prajurit khusus di gerbang depan." kata Jumong pada Ma Ri.
Moo Gul dan perwira Jumong yan lain terkejut.
"Ya." kata Ma Ri.
Jumong tersenyum pada Bu Beo No.

6 comments:

put said...

Ada penyatuan darah di mangkuk. Ada juga penyatuan darah di cincin kawin. He..he..he..

Anonymous said...

Gmna klo nnt jumong jd raja,so seo no jd ratunya,ye soya psti kesal bgt tuh.emang yg jd ratu goguryeo nnti siapa sih?evi.

Putri said...

ye soya ga kesel. Dy mh tabah bgt. Justru ye soya rela

Anonymous said...

apa jumong tau klu bu beo no mata2 ???? kurasa dgn senym jumong bobeono akan luluh he........ put thank u very much

puisi_febykuchiki said...

iya rela,, terlalu rela malahn... benar-benar istri yang paling baik deh...

あり said...

nani bu bue no jadi baik kok malahan jadi pengawalnya jumong hehehe...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Copyright 2009 Phe Phe All Right Reserved. Crafted by Putri Fitriananda