Gyu Won menangis.
"Saat ini Shin... berada dalam pelukan orang lain." ujarnya dalam hati. "Bukan di pelukanku, tapi di pelukan orang lain."
Gyu Won tidak sanggup melihat Shin dan Yoon Soo. Ia berbalik dan berlari pergi.
"Shin, kau bodoh!" teriak Gyu Won. "Siapa yang ingin menghiburmu! Lee Shin, kau bodoh!"
Gyu Won menangis.
Shin kembali ke rumah.
"Gantilah bajumu agar kau tidak sakit." ujar Ji Young.
"Apa yang kau sukai darinya hingga kau mau melepaskan pria lain yang juga kau sukai?" tanya Shin pada ibunya.
"Pria itu... Setiap kali ia memegang gitar, ia kelihatan seperti memudar." jawab Ji Young. "Pakaian, rambut dan sepatunya... semuanya kelihatan akan lenyap. Ia bersatu dengan musiknya. Sama seperti kau saat ini, Shin."
"Kenapa?" tanya Shin lagi. "Apakah kau tidak menyukainya lagi?"
Ji Young menggeleng. "Aku masih memilikimu."
"Terima kasih." ujar Shin. "Karena membiarkan aku bertemu dengannya."
Keesokkan harinya, Shin kembali ke sekolah. Ia meletakkan payung Yoon Soo di depan pintu ruangannya.
"Lama tidak bertemu." kata Seok Hyun, secara kebetulan lewat disana. "Aku sudah mendengar mengenai ayahmu. Kau pasti sangat sedih."
"Aku baik-baik saja." jawab Shin.
"Kau disini untuk menemui Yoon Soo?"
"Tidak." jawab Shin seraya mengambil payung Yoon Soo. "Tolong berikan ini pada Prof. Jeong."
"Kenapa? Berikan saja sendiri." tolak Seok Hyun.
"Aku menitipkan Prof. Jeong padamu." kata Shin, tersenyum.
Seok Hyun menerima payung itu dan mengangguk.
Shin hendak membeli minuman di mesin.
Bu On dan ketiga kawannya mendekatinya.
"Lee Shin." panggil Bu On. "Apa kau bertemu dengan Gyu Won kemarin?"
"Lee Gyu Won?" tanya Shin bingung. "Aku tidak bertemu dengannya."
"Dia berkata akan mencarimu ketika meninggalkan club." kata Bu on. "Kurasa dia tidak menemukanmu."
"Jika ia ingin mengatakan sesuatu, katakan padanya agar menemuiku di ruang latihan band." ujar Shin dingin tanpa memandang Bu On dan kawan-kawannya.
"Dia sakit. Hari ini dia tidak masuk kuliah karena terkena flu akibat kehujanan tadi malam."
"Kalau begitu, katakan padanya untuk datang lain kali." ujar Shin angkuh.
"Apakah Gyu Won menemukan kalungnya?" gumam mereka seraya berjalan pergi.
Shin mendengar percakapan mengenai kalung itu.
Dosen musik mengarrange sebuah musik untuk pengisi acara final dalam Ulang Tahun ke 100 Universitas mereka. Ia ingin memadukan musik tersebut, yakni paduan antara musik modern dan musik tradisional.
Dosen tersebut menawarkan agar The Stupid memainkan musik modernnya sementara musik tradisionalnya akan diberikan pada murid-murid dari Departemen Musik Tradisional.
Shin setuju.
Bu On menelepon Gyu Won untuk menanyakan kabar dan kalung Gyu Won.
Gyu Won mengatakan bahwa ia sudah lebih baik dan ia juga sudah menemukan kalungnya.
Keesokkan harinya, Gyu Won sudah masuk kuliah lagi.
"Kudengar kau sudah menemukan kalungnya."
"Ya, ada di rumah." jawab Gyu Won.
"Kau tidak memakainya? Aku penasaran seperti apa bentuk kalung itu."
"Kau mencarinya dengan sungguh-sungguh." ujar Bu On. "Pasti kalung itu sangat penting."
"Tidak juga." jawab Gyu Won.
Mendadak Gyu Won melihat Shin lewat dan bergegas menghampirinya.
Shin duduk di kursi taman.
"Apa kau sibuk?" tanya Gyu Won seraya duduk di samping Shin.
"Tidak." jawab Shin. "Bicaralah."
Gyu Won memperlihatkan kalung Shin di tangannya.
"Aku menemukan kalungmu." katanya, menyerahkan kalung itu pada Shin. "Aku akan melakukan apa yang kau minta. Mulai saat ini, aku tidak akan memperdulikan siapa orang yang kau sukai atau seberapa besar kau tersakiti olehnya. Aku tidak akan peduli lagi."
"Apa?" tanya Shin, memandang Gyu Won lekat.
Gyu Won melihat Shin tegas. "Aku... tidak menyukaimu lagi. Dan ini pertanda bahwa kontrak kita sudah berakhir."
Shin hanya diam.
Gyu Won bangkit dari duduknya, kemudian berbalik lagi. "Dan mengenai ayahmu, aku turut berduka cita. Aku tahu kata-kataku tidak akan bisa menghiburmu. Aku pergi dulu."
Gyu Won berjalan pergi.
"Lee Gyu Won!" panggil Shin. "Terima kasih."
Gyu Won menoleh. "Ini pertama kalinya kau memanggilku dengan namaku." katanya, tersenyum. "Aku pergi."
Seok Hyun mengajak Gyu Won bicara sambil minum teh.
"Apa yang ingin kau bicarakan denganku?" tanya Gyu Won.
"Dalam beberapa hari akan ada audisi untuk pemeran utama." ujar Seok Hyun. "Hee Joo pasti akan ikut audisi. Apa kau ingin ikut?"
"Aku?" tanya Gyu Won. "Bagaimana mungkin aku jadi pemeran utama. Aku tidak bisa."
"Kenapa tidak? Yang kemarin kau berusaha keras. Kau pasti bisa." paksa Seok Hyun. "Kau mau mencoba?"
"Apa yang harus kulakukan?" tanya Gyu Won, ragu. "Haruskah aku mencoba?"
Seok Hyun memberitahu pada dosen yang terlibat dalam acara ulang tahun kampus bahwa akan diadakan audisi pemeran utama. Dan jurinya adalah mereka semua.
Para dosen setuju.
"Bagus." ujar Seok Hyun. "Kalau begitu, besok kita bertemu lagi jam 5. Sampai bertemu di audisi."
In Tae Jun dan para dosen mengadakan kesepakatan untuk memilih Hee Joo sebagai pemeran utama.
"Jika Hee Joo terpilih, ia akan menjadi pihak kita." ujar Tae Jun. "Dengan begitu, pihak Seok Hyun akan lemah. Jadi besok saat audisi, Hee Joo harus terpilih. Cepat pergi dan beritahu yang lain. Dengan kemampuanya yang sekarang, Hee Joo pasti bisa melakukannya. Tapi lebih baik kita memastikan."
Hee Joo berjalan keluar gedung dan berpapasan dengan Gi Young.
"Apakah kau sudah sembuh dari 'Sindrom Melarikan Diri"?" tanya Hee Joo.
"Apa?"
"Seperti sebelumnya, ketika kau melarikan diri saat pentas." ujar Hee Joo. "Apakah itu akan terjadi lagi?"
"Aku sedang berusaha." jawab Gi Young. "Jadi aku akan bisa mengatasinya."
"Usaha saja tidak cukup." ujar Hee Joo dingin. "Jika kau berani menghancurkan pentasku lagi, maka kali ini aku tidak akan melepaskanmu. Karena aku adalah pemeran utamanya."
Hee Joo berjalan pergi.
"Han Hee Joo!" panggil Gi Young. "Mulanya kupikir kau hanya bersikap dingin dibalik sikapmu yang kasar. Tapi sekarang kau lebih terlihat menyedihkan dibalik sikapmu yang menjengkelkan."
"Apa katamu?!"
"Sebelumnya, aku berterima kasih." ujar Gi Young. "Pasti sangat sulit menemui dan bicara denganku."
Hee Joo ngomel-ngomel sambil melihat kepergian Gi Young.
Ketika berbalik, dihadapannya sudah ada Jun Hee.
"Kak, kau tidak berselingkuh dibelakangku dengan Kak Gi Young, kan?" tanya Jun Hee polos. "Aku bisa memaafkan hal lain, tapi aku tidak bisa memaafkan perselingkuhan."
Dosen Hong Mi Ran sedang membicarakan mengenai pengisi acara final dalam acara ulang tahun kampus dengan Shin. Ia menyuruh seorang mahasiswi untuk mencari Gyu Won.
Tidak lama kemudian, Gyu Won masuk ke dalam ruangan.
Shin dan Gyu Won sama-sama kaget karena melihat satu sama lain.
Dosen hendak memasangkan mereka dalam pertunjukkan musik untuk kolaborasi musik modern dan tradisional.
Gyu Won mencoba bersikap biasa saja dan santai.
"Kau pasti tidak tahu banyak mengenai musik tradisional, kan?" tanya Gyu Won pada Shin. 'Kau harus belajar banyak. Pertama-tama, ayo kita ke perpustakaan."
Gyu Won terus berjalan dan mengoceh mengenai musik tradisional. Shin diam sejenak.
"Lee Gyu Won!" panggil Shin. "Perpustakaan ke arah sini."
Rupanya Gyu Won berjalan ke arah yang salah.
"Aku hanya mengetes apakah kau tahu arah ke perpustakaan." kata Gyu Won ngeles.
Shin tersenyum.
Gyu Won memberi setumpuk buku untuk Shin dan menyuruhnya mempelajari semua buku itu.
"Apa aku harus membaca semuanya?" keluh Shin. "Kurasa ini cukup untuk hari ini."
Gyu Won baru tersadar kalau buku-buku yang diberikannya pada Shin terlalu berlebihan. Ia kemudian menyuruh Shin berlatih dengan Windflower.
"Jangan-jangan... dia mau balas dendam." gumam Shin.
The Windflower sangat senang mengetahui kalau mereka akan berlatih dengan The Stupid. Mereka langsung berdandan.
Latihan The Stupid berkolaborasi dengan The Windflower berjalan dengan lancar.
Seok Hyun mengumumkan audisi pemeran utama pada para mahasiswa. Yang bersedia ikut audisi adalah Gyu Won dan Hee Joo.
Seok Hyun memperbolehkan mereka memilih lagu mereka sendiri untuk audisi.
"Temanya adalah... cinta." ujar Seok Hyun.
Gyu Won meminta saran ayahnya untuk pemilihan lagu audisi.
Ayahnya menyuruh Gyu Won memilih sesuai dengan suasana hatinya sendiri.
Gyu Won sibuk memilih-milih lagu.
Di lain sisi, Shin sibuk mengarrange lagunya sendiri.
The Stupid dan The Windflower berlatih bersama lagi.
Jun Hee mengajak mereka makan bersama.
"Kurasa aku tidak ikut. Kakekku..." Gyu Won ingin menolak.
"Kalian makanlah." ujar Shin. "Aku akan pergi duluan."
Shin berjalan keluar.
Bu On memaksa Gyu Won ikut makan hingga akhirnya Gyu Won setuju.
Shin membuka gembok sepedanya.
Gyu Won dan kawan-kawannya lewat sambil ribut-ribut membicarakan ingin makan dimana.
"Katanya dia tidak ikut." gumam Shin kesal.
Ketika Gyu Won kawan-kawannya berjalan, mendadak Shin ada di samping mereka.
"Kita akan makan apa?" tanya Shin.
The Stupid dan The Windflower makan bersama.
Jun Hee memberikan makanan untuk Gyu Won.
"Untukku?" tanya Gyu Won.
"Sejak kapan kau mau memberikan makanan pada orang lain?"
Shin menoleh cemberut ke arah Jun Hee.
"Bukankah kau sakit?" tanya Jun Hee. "Ini hadiahku untukmu. Aaaaa..."
Jun Hee hendak menyuapi Gyu Won.
'Terima kasih." kata Gyu Won seraya membuka mulutnya.
Gyu Won makan dengan lahap.
Shin tertawa. "Apa ada seseorang yang ingin mencuri makananmu?" tanyanya tajam. "Makan saja pelan-pelan."
"Aku sedang sakit, jadi harus makan agar sehat kembali." kata Gyu Won.
"Nanti kau muntah!" kata Shin.
"Jangan cemas." Gyu Won menenangkan. "Perutku kuat. Aku tidak akan muntah."
Setelah makan, mereka pergi ke karaoke bersama.
Sementara yang lain menari dan menyanyi, Shin hanya duduk diam dan menonton.
Mendadak, Gyu Won merasa sakit dan mual. Ia bergegas ke toilet untuk muntah.
Shin menyusul Gyu Won ke toilet dan membantunya dengan menepuk-nepuk punggungnya.
"Kau tidak perlu bersikap seperti ini." kata Shin. "Kau tidak perlu bersikap seolah-olah kau baik-baik saja di depanku."
Gyu Won terdiam sesaat. "Aku ketahuan." gumamnya.
Shin mengulurkan tangannya. Gyu Won mengangkat tangannya juga, hendak meraih tangan Shin.
"Tamborin." kata Shin. "Tunggu disini. Aku akan segera kembali."
Shin dan Gyu Won berjalan ke halte.
"Besok kan akan audisi, kan?" tanya Shin. "Berusahalah. Hee Joo bukan lawan yang mudah."
"Tidak masalah bagiku jika aku tidak mendapatkan peran utama." ujar Gyu Won.
Gyu Won dan Shin berbincang singkat sampai bus datang.
"Ah, busnya sudah datang." kata Gyu Won. "Kau akan pulang dengan sepeda, kan? Kalau begitu aku duluan. Terima kasih untuk hari ini."
Gyu Won naik ke dalam bus.
Shin menimbang-nimbang sejenak, kemudian menyusul Gyu Won ke dalam bus.
Gyu Won melongo melihat Shin di dalam bus.
"Kurasa sesekali naik bus bagus juga." kata Shin, tersenyum.
Gyu Won hanya diam. Kadang-kadang, ia melihat ke arah Shin. Demikian juga Shin, sesekali melihat ke arah Gyu Won.
Di rumah, secara tidak sengaja Kakek menemukan sheet musik modern milik Gyu Won. Ia berteriak marah.
"Apa ini?!"
Kakek membuang sheet musik Gyu Won ke luar.
Shin memungutnya.
Di dalam, Kakek memarahi Gyu Won habis-habisan.
"Aku tidak bermaksud menyembunyikan semua itu dari Kakek!" kata Gyu Won memberi alasan. "Aku memang salah, tapi... aku benar-benar ingin ikut serta dalam pentas. Walaupun Kakek marah dan tidak mengizinkan aku, aku tetap ingin melakukannya."
"Apa?!"
"Sekali ini saja Kek." Gyu Won memohon. "Lain kali aku tidak akan melakukanya lagi. Izinkan aku sekali ini."
"Tidak bisa!" teriak Kakek. Bagaimanapun Gyu Won membujuk, Kakeknya tetap melarang.
Shin jadi ikut kepikiran.
Kepala Universitas memanggil pers khusus untuk acara perayaan ulang tahun kampus.
Seok Hyun diwawancarai dalam konferensi pers tersebut.
Seok Hyun juga mengundang para wartawan hadir dalam acara audisi nanti sore.
Gyu Won dikunci dalam kamarnya dan tidak diizinkan keluar. Padahal ia harus ikut audisi sore ini.
"Apa yang harus kulakukan?" keluh Gyu Won.
Mengetahui kalau Gyu Won tidak bisa keluar rumah, Shin bergegas menolong. Demikian halnya dengan Seok Hyun.
Seok Hyun berusaha membujuk Kakek, namun gagal. Ia menyerah karena ia juga harus cepat berada dalam ruang audisi.
Shin memanfaatkan adiknya untuk mencuri perhatian Kakek dan membebaskan Gyu Won.
Usahanya itu berhasil.
"Naik!" kata Shin pada Gyu Won.
"Lee Gyu Won!" panggil Kakek marah.
"Aku akan kembali dan menerima hukumanku, Kek! Maafkan aku!" teriak Gyu Won dari balik goncengan sepeda Shin.
Hee Joo menyanyi terlebih dahulu.
Shin dan Gyu Won dalam perjalanan ke tempat audisi.
Shin menurunkan Gyu Won di depan bangunan sementara ia sendiri akan memarkir sepedanya.
"Kurasa aku tidak akan bisa melupakanmu dengan mudah." kata Gyu Won sebelum masuk ke ruangan. "Tapi aku akan berusaha keras. Terima kasih."
Walaupun terlambat, Gyu Won akhirnya berhasil sampai ke ruangan dan ikut audisi.
Seok Hyun tersenyum lega.
Gyu Won menyanyi.
Semua penonton terpana dan ikut tenggelam dalam emosi nyanyian Gyu Won.
Bahkan sampai nyanyian Gyu Won berakhir, para penonton masih terpana.
Para juri memilih antara Gyu Won dan Hee Joo.
Karena sudah ada kesepakatan antara para dosen, tentu saja Gyu Won kalah.
Namun sambutan penonton tetap pada Gyu Won.
Bahkan Sa Rang dan gengnya juga menilai kalau nyanyian Gyu Won 100 kali lebih baik daripada nyanyian Hee Joo.
Gyu Won keluar dari ruang audisi bersama teman-temannya.
"Usaha bagus." hibur Seok Hyun. Begitu Seok Hyun datang, teman-teman Gyu Won langsung bubar.
"Kau juga sudah mengatakan kalau aku akan kalah." gumam Gyu Won.
"Jadi, apa kau benar-benar harus kalah?" seru Seok Hyun seraya mengacak-acak rambut Gyu Won.
"Tidakkah kau harus pulang?" Shin mendadak datang. "Kakekmu pasti cemas."
Gyu Won langsung teringat kakeknya. "Benar!" serunya.
"Direktur, aku pulang duluan." Gyu Won pamit pada Seok Hyun.
"Aku akan mengantarmu pulang." kata Shin.
"Tidak usah. Tidak apa-apa." tolak Gyu Won. "Aku bisa pulang sendiri."
"Apa maksudmu, biar aku...."
"Tidak perlu." potong Gyu Won.
Shin terdiam, kelihatan kecewa.
"Jika kau takut kakekmu marah, aku akan mengantarmu pulang." ujar Seok Hyun. "Pasti menjelasan Direktur akan lebih baik, kan?"
"Kalau begitu, terima kasih." Gyu Won menerima tawaran Seok Hyun.
"Ayo." ajak Seok Hyun.
Gyu Won mengikuti Seok Hyun dan meninggalkan Shin seorang diri.
PERHATIAN
Mohon agar tidak meng copy-paste semua SINOPSIS blog saya. Di-LINK saja kalau mau dicantumkan di site/blog yang lain. Mohon hargai penulis.
Kalau mau ambil gambar dari blog saya, jangan lupa kasih credit ya PRINCESS-CHOCOLATES.BLOGSPOT.COM. Semua gambar disini saya capture sendiri.
Terima kasih.
Mohon agar tidak meng copy-paste semua SINOPSIS blog saya. Di-LINK saja kalau mau dicantumkan di site/blog yang lain. Mohon hargai penulis.
Kalau mau ambil gambar dari blog saya, jangan lupa kasih credit ya PRINCESS-CHOCOLATES.BLOGSPOT.COM. Semua gambar disini saya capture sendiri.
Terima kasih.
Halow tmn2, maaf baru balas cz br sempat buka blog. Judul lagu di blog ini "FOUND YOU - JYJ" (OST Sungkyunkwan Scandal).
Sunday, August 14, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)







































































































0 comments:
Post a Comment