Dengan sedih, Nanami Takahashi mendongakkan kepalanya memandang langit.
Nanami masuk ke ruang kelasnya dulu.
Ia menatap sebuah meja kosong dan tersenyum.
"Dulu ia hanya anak berumur 17 tahun." ujar Nanami dalam hati. "Tapi, kenyataan hidup yang harus ia tanggung jauh lebih besar daripada yang sanggup ia tanggung."
Beberapa tahun sebelumnya.
"Musim panas tahun itu... Kelas baru, buku-buku baru, teman-teman baru."
"Apa kau sudah menyapa Yano Motoharu?" tanya seorang gadis remaja pada temannya.
"Belum. Bagaimana denganmu, Mizu?" tanya teman gadis itu.
"Aku juga belum." jawab gadis yang pertama.
Di tempat yang lain, para gadis juga sedang membicarakan Yano.
"Apa kalian tahu, ketika Yano masih kelas satu, 2/3 gadis di kelasnya jatuh cinta padanya." ujar seorang gadis lain bercerita.
"Semua gadis itu membicarakan seorang laki-laki di kelasku. Tapi aku sama sekali tidak memikirkan hal itu. Satu-satunya yang mengganggu pikiranku adalah..."
Nanami memelototi sebuah kertas dengan wajah memelas. Ia menutup matanya, kemudian membuka matanya lagi.
"Angkanya tetap 8 dari sudut manapun aku melihat." keluhnya, berharap nilai ulangannya lebih bagus lagi.
Mendadak, sebuah pesawat kertas mendarat tidak jauh dari tempat Nanami berdiri.
Nanami mengambil kertas itu. Ternyata itu adalah kertas ulangan seorang murid dan nilai ulangannya adalah 0.
Nanami menoleh mencari orang yang menerbangkan kertas itu dan menemukan seorang laki-laki berdiri di atap bangunan sekolah.
Nanami kemudian mendekati laki-laki itu.
Laki-laki itu menoleh. "Ada apa?" tanyanya.
"Ini..." ujar Nanami menunjukkan pesawat kertas. "Kau tidak perlu terlalu memikirkan ini." Nanami tersenyum seraya menunjukkan nilainya yang jelek. "Ini hanya ulangan pertama di semester ini."
Laki-laki itu mengambil pesawat kertas dari tangan Nanami dan membuka kertas tersebut. Ternyata nilainya 100.
"Maaf." ujar Nanami malu. "Kupikir kau sepertiku."
Nanami berjalan menjauh, namun laki-laki itu memanggilnya.
"Duduklah." katanya pada Nanami seraya tersenyum ramah.
Nanami menoleh dengan terkejut. "Apa?"
"Saat itu aku tidak memperhatikan namanya di kertas ulangan. Tapi aku tetap tahu siapa dia."
Laki-laki itu adalah Yano Motoharu.
"Kau pintar ya?" tanya Nanami. "Jadi kau pandai di semua bidang dan tidak punya hal yang tidak kau sukai?"
"Siapa? Aku?" tanya Yano. "Itu tidak benar. Kurasa aku tidak suka menjadi orang terkenal diantara para gadis. Aku juga tidak suka gadis yang tidak setia."
"Apa?" tanya Nanami. "Apa aku tidak salah dengar? Bukankah kau sendiri punya banyak gadis?"
"Mungkin tidak kelihatan dari luar, tapi aku hanya mencintai satu orang." kata Yano.
"Jika gadismu tidak setia, apa yang akan kau lakukan?" tanya Nanami.
Yano mengulurkan tangannya ke leher Nanami seakan hendak mencekiknya.
Nanami terkejut.
"Aku akan membunuhnya." jawab Yano dengen ekspresi serius dan menyeramkan.
Nanami terlihat ketakutan.
Yano mendadak tertawa. "Aku bercanda." katanya seraya berjalan pergi.
Nanami masih terpaku di tempatnya selama beberapa saat. Tidak lama kemudian ia berdiri dan memanggil Yano.
"Eh!" panggilnya. "Kau bisa menceritakan masalahmu padaku."
"Aku tidak punya masalah." kata Yano, tersenyum. "Masalah adalah hal yang membedakan orang hidup dengan orang mati, bukan?"
Nanami hanya diam.
Yano menunjuk Nanami. "Aku bisa melihat celana dalammu." katanya santai.
"Kurang ajar!" seru Nanami seraya memegangi roknya.
Yano melambaikan tangannya. "Sampai jumpa, Nana."

Saat pelajaran olah raga, Yano dan sahabatnya, Takeuchi, sedang asyik bertanding lari. Mereka berdua terlihat bertanding dengan sekuat tenaga. Akhirnya Yano yang memenangkan pertandingan.
Nanami menonton dari jauh dan tersenyum tipis.

"Aku tahu, pasti Yano, kan?" ledek teman Nanami yang lain.
"Ah, tidak tidak!" seru Nanami buru-buru. "Apa yang mereka lakukan? Mereka sangat kekanak-kanakan bertanding seperti itu. Lagipula apa yang membuat Yano pantas diperhatikan? Benar kan, Yamamoto?"
Nanami bertanya pada seorang gadis berkacamata yang tidak sengaja lewat dekat mereka.


Nanami dan kedua temannya diam sejenak memperhatikan Yamamoto berjalan pergi.
"Benar kan?" ujar Nanami mencairkan suasana. "Gadis yang serius seperti dia tidak melihat ada yang bagus dari Yano."
"Oh, begitukah?" ledek kedua teman Nanami.
"Yah sebenarnya ia memang pintar, pandai olah raga, tampan..." Nanami bergumam. "Dia punya 3 kriteria? Tidak tidak... Aku kadang tidak bisa mengerti apa yang ia pikirkan. Dia bisa menjadi angkuh hanya karena sedikit terkenal..."
Nanami terus mengoceh mengenai Yano.
Namun ketika Nanami sedang asyik mengoceh, Yano sudah berdiri di belakang Nanami.


Nanami terkejut.
"Dia adalah ketua kelas kita." ujar Takeuchi.
"Aku pernah bicara dengannya sekali dan ia kelihatan sangat bersemangat." kata Yano dingin.
"Bersemangat?" ulang Nanami.
"Kau akan mendengarkan orang yang memberitahu masalah mereka." tambah Yano. "Kau hanya ingin terlihat baik di depan semua orang, kan?"
"Hentikan, Yano!" seru Takeuchi.
Yano mengembalikan papan pada Nanami. "Jangan memberikan janji kosong jika kau tidak benar-benar bisa membantu apapun." ujar Yano.
Nanami memukul kepala Yano dengan papan.
Yano memegangi kepalanya, kesakitan. "Kau!" bentaknya.
"Kau brengsek!" seru Nanami, hampir menangis. "Aku benar-benar mengkhawatirkanmu. Kau terlihat terluka, karena itu..." Nanami terdiam sejenak. "Aku benci orang sepertimu!"
Nanami pergi sambil menangis.
Yano terlihat terpukul mendengar ucapan Nanami dan menatapnya menjauh.


"Ayo kita tentukan lagu apa yang akan kita mainkan untuk pentas." ujar Nanami.
"Kau lakukan saja sendiri!" seru salah seorang laki-laki di kelas, tidak peduli sama sekali. "Aku kita makan!"
Satu per satu anggota kelas keluar meninggalkan Nanami.
"Tunggu!" seru Nanami. "Ini adalah acara kelas kita jadi..."
Namun tidak ada seorangpun yang mendengarkan Nanami.
Yano bangkit dari kursinya dan berjalan keluar.


Nanami terdiam dan menunduk sedih.
Takeuchi bangkit. "Takahashi..." panggilnya pada Nanami.Mendadak Yano muncul lagi di pintu. "Masuk." katanya pada seseorang di luar.
Tidak lama kemudian, murid-murid masuk lagi ke dalam kelas.


"Diam kau!" seru Yano, pura-pura kesal. Ia menoleh ke arah Nanami. "Ayo cepat diputuskan, Ketua Kelas."
Nanami terkejut sejenak, kemudian tersenyum. "Kita akan menentukan lagu yang akan kita nanyikan."


"Takeuchi!" panggil Nanami ketika melihat Takeuchi sedang mencuci muka. Ia menyerahkan sheet musik pada Takeuchi, lalu menyerahkan satu sheet lagi. "Bisakah kau berikan ini pada Yano?" Selain itu, bisakah kau sampaikan padanya kalau aku minta maaf soal tempo hari? Kau tahu..."
Takeuchi tersenyum. "Mungkin kau adalah orang pertama yang pernah mengatakan hal seperti itu padanya."
Nanami tertawa. "Aku tidak bisa mengatakan ia baik atau tidak." katanya. "Tapi ia bisa menarik orang lain. Kau tahu, ia seperti orang yang membawa bola dan membuat semua orang disekelilingnya menjadi senang. Kalau ia tidak ada, maka semua orang juga akan pergi. Ia selalu menjadi pusat segalanya. Aku mengaguminya karena ia orang seperti itu."
Nanami akhirnya menyadari kalau ia sudah bicara terlalu banyak. Akhirnya ia memohon diri dan berjalan pergi.


"Sekarang apa lagi?" tanya Takeuchi, menyerahkan sheet pada... Yano, yang ternyata sedang bersembunyi dibalik dinding.
"Apa maksudmu?" tanya Yano.
"Orang yang sangat tulus, namun bodoh." kata Takeuchi.
Yano melihat sheet musik pemberian Nanami. Ia tertawa ketika melihat kartun yang digambar Nanami. "Lakukan yang terbaik!" tulis Nanami.




Satu kali latihan selesai.
"Ayo kita latihan sekali lagi!" seru Nanami.
Mendadak Yamamoto terjatuh ke lantai.
"Yamamoto..." Nanami bergerak hendak membantu Yamamoto, namun ia sudah didahului oleh Yano.
"Anemia lagi?" seru Yano langsung mendekati Yamamoto.
Nanami terkejut melihat Yano.
"Jangan sentuh aku!" seru Yamamoto pada Yano. Ia mendadak pingsan.


"Ketua Kelas!" panggil Yano, menyuruh Nanami mengikuti mereka.
Nanami terbangun dari lamunannya dan bergegas mengantar Yamamoto ke klinik sekolah.
Setelah mengantarkan Yamamoto ke klinik, Yano dan Nanami meninggalkannya agar beristirahat.
"Apakah kau berteman baik dengan Yamamoto?" tanya Nanami.
"Ia sudah menjadi teman sekelasku sejak kelas 9." jawab Yano. "Kenapa?"
"Tidak." ujar Nanami. "Aku hanya berpikir kalau ia tidak dekat dengan siapapun di kelas. Apakah ia anak tunggal? Aku juga."
"Tidak." ujar Yano. "Ia pernah punya seorang kakak."
"Pernah?"
"Kakaknya sudah meninggal musim panas yang lalu." jawab Yano. "Kecelakaan mobil."
Nanami terdiam. "Maaf, aku tidak tahu bagaimana harus bereaksi."
"Tidak usah dipedulikan." kata Yano. "Aku yakin ia tidak membutuhkan simpatimu sama sekali."
Ketika dalam perjalanan pulang dengan bus, Nanami berbincang dengan Takeuchi.
"Jadi, kau sudah mendengar mengenai kecelakaan itu?" tanya Takeuchi.
"Mungkin ia belum bisa melupakan kejadian itu."
"Kurasa ia bersikap biasa saja." ujar Takeuchi. "Aku belum pernah melihatnya menangis atau bersedih setelah kecelakaan itu."
"Mungkin ia gadis yang kuat."
"Tapi aku lebih suka kalau ia menunjukkan kelemahannya." kata Takeuchi. "Aku temannya juga."
"Apa kau dekat dengannya, Takeuchi?" tanya Nanami.
"Tentu saja, kami selalu bersama-sama sejak kami masih kecil." jawab Takeuchi.
Nanami terlihat bingung. "Siapa yang sedang kau bicarakan?"


"Kakak Yamamoto meninggal saat kecelakaan, bukan?" Nanami teringat Takeuchi berkata. "Ia adalah kekasih Motoharu."
Teman-teman sekelas Nanami melihat-lihat foto buku tahunan.
"Kakak Yamamoto ada disini kan?" tanya para gadis.
"Ah, ia sangat cantik." ujar gadis yang lain. "Kita tetap tidak akan bisa mengalahkannya walaupun ia sudah meninggal."
"Jadi namanya Nana." ujar para gadis.
Nanami hanya diam, teringat saat Yamamoto mengucapkan 'Sampai jumpa, Nana' padanya tempo hari.


"Nana Yamamoto." gumamnya pelan seraya mencari orang yang dimaksud.
"Kelas 5." Mendadak Yano muncul di pintu.
Nanami menoleh dan langsung menutup buku tahunan itu. "Maaf." ujarnya.
Yano mendekati Nanami dan duduk di depannya. "Bolehkah aku melihat itu?" tanyanya. "Aku juga belum pernah melihatnya."
"Tentu saja." ujar Nanami seraya menyerahkan buku itu.


"Ini dia." ujar Yano, menunjuk salah seorang foto gadis.
Nanami melihat foto gadis itu. "Ia sangat cantik."
"Aslinya ia jauh lebih cantik." kata Yano.
"Cinta pada pandangan pertama?" tanya Nanami. "Apakah kau menyatakan cintamu padanya?"
"Ya." jawab Yano. "Tapi saat itu ia sudah punya kekasih."
"Apa kau menyuruhnya meninggalkan kekasihnya?" tanya Nanami polos.
"Ya." jawab Yano tanpa ragu.
"Kau sangat mencintainya, ya?" tanya Nanami lagi.
Nanami menatap Yano lekat-lekat. "Kurasa... aku menyukaimu." katanya pelan.
Yano terkejut, menatap Nanami.
"Tidak, maksudku..." Nanami panik. "Lupakan saja. Aku hanya ingin mencoba mengatakan itu."
"Kalau begitu, apa kau mau berkencan?" ajak Yano.


"Ya." jawab Yano santai.
"Apa kau benar-benar menyukaiku?" tanya Nanami lagi.
"Aku tidak membencimu, jadi..."
"Hanya karena kau tidak membenciku, bukan berarti kau menyukaiku." protes Nanami. "Aku bertanya apakah kau benar-benar menyukaiku."
Yano terdiam. "Maaf. Aku tidak tahu." jawabnya pagu seraya berjalan pergi meninggalkan Nanami.




"Kubilang keluar!" seru seorang pria dalam benak Yano.
Kilasan-kilasan kenangan itu kembali ke kepala Yano.
Seorang gadis, yang tidak lain adalah Nana Yamamoto, diusir oleh seorang pria dari dalam mobil.
Saat itu hujan deras dan Yano membawakan payung.
"Terima kasih payungnya." ujar Nana.
Yano melihat bekas pukulan di tangan Nana.
"Ia orang yang emosian." ujar Nana bercerita. "Tapi aku mencintainya, jadi tidak masalah."


Yano berhenti berjalan. Kenangan itu sungguh menyakitkan baginya.
Yano menjatuhkan tasnya dan mengambil sheet musik Nanami.


Teman-teman Yano membicarakan Yuri Yamamoto, yang sama sekali tidak pernah bersedih akan kematian kakaknya.
Nanami membela Yuri. Tidak menangis belum tentu Yuri tidak bersedih.
Yano menyuruh Nanami diam.
Nanami kesal dan berlari pergi.
Bersambung dulu
































18 comments:
Mbak, mau nanya, nontonnya pake sub ya? dapet di mana subtitlenya???
udah ubek2 om google tapi belum nemu :(
Iya pke sub english. Alamatnya ada d laptop p, p ga hafal. Situs jepang gtu. Nanti klo aku udh d rmh & udh pegang laptop, aku ksh tau yaaa.... Cz skrg lg d tmpt kerja sih... :D
p, ntar aku copy ni muvi ya hahahaha, kalau ketemu di festival bunka jak-jap 2012 di monas XD#maaf merepotkan :(
Oke ri.. Ada d laptop, tar p bawa laptop p.
OK mbak, ditunggu :))
wah mw DL tpi males nungguinnya
ditunggu sinopsisnya aja
fighting !!!
wa !! udah keluar ya ??
boleh minta link downloadnya g ??
please,,, penasaran nih sama filmnya
wa !! sudah keluar ya movie nya ??
minta link download fimnnya dong ??
aku penasaran banget mau liat..
please... ^^
btw,
sinopsisnya lanjutin ya..
keren :D
makasih
Mba mint link.y donk...
Pensarn ne pgn download film.y hehe
Makasih..
watch korean drama eng sub http://synopsiskoreandrama.blogspot.com/
keren semangat !!!!
mbk kok gk dilanjut sinopsisnya pdhal q nunggu lho
mbk kok sinopsisnya gk dilanjut pdhal kan bgus
All kinds of DRAMA SERIAL are freely available here.
All DRAMA SERIAL
We've identified the nice as drama serial.
All DRAMA SERIAL
Nice Blog... Salam kenal dari whatskpop.blogspot.com
|
|
|
Ditunggu bgt kelanjutanya. Terimakasih
Post a Comment